Masalah Psikososial pada Remaja di Sekolah Asrama di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh

Authors

  • Fauzan Saputra STIKes Bumi Persada Lhoksmawe
  • Enny Jurisa
  • Iskandar Iskandar

DOI:

https://doi.org/10.53399/knj.v2i1.15

Keywords:

Asrama, sekolah, masalah, psikososial, remaja

Abstract

Remaja yang melanjutkan pendidikan pada sekolah yang memiliki asrama berisiko mengalami masalah psikososial yang lebih tinggi dibandingkan remaja yang tidak tinggal di asrama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi masalah-masalah psikososial yang dialami oleh remaja yang tinggal di asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan descriptive quantitative dengan jumlah sampel sebanyak 106 siswa yang didapatkan dengan metode simple random sampling. Kuesioner yang digunakan yaitu Strenghts and Difficulties Questionaire (SDQ) versi bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan 30 persen remaja yang tinggal di asrama mengalami masalah psikososial, remaja laki-laki cenderung lebih banyak mengalami masalah psikososial (58 persen) seperti masalah teman sebaya (29 persen) dan masalah perilaku (15 persen), sedangkan remaja perempuan cenderung memiliki masalah emosional (14 persen). Disarankan agar pihak sekolah berkerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk melakukan deteksi dini masalah psikososial dan memberikan intervensi awal untuk menurunkan risiko dan dampak masalah psikososial remaja di masa yang akan datang.

Author Biography

Fauzan Saputra, STIKes Bumi Persada Lhoksmawe

Keperawatan Jiwa

References

Aebi, M., Giger, J., Plattner, B., Metzke, C.W., Steinhausen, H.S. (2014). Problem coping skills, psychological adversities and mental health problems in children and adolescents as predictors of criminal outcomes in young adulthood. Eur. Child Adolesc. Psychiatry 23, 283–293.

Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik Pemuda Indonesia 2019. Jakarta: BPS

Chabra, A., Chavez, G.F., Harris, E.S. (1999). Mental illness in elementary-school-aged children. West. J. Med. 170 (1), 28–34. Diunduh dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1305432/)

Consoli, A., Peyre, H., Speranza, M. et al. (2013). Suicidal behaviors in depressed adolescents: role of perceived relationships in the family. Child Adolesc Psychiatry Ment Health 7, 8. https://doi.org/10.1186/1753-2000-7-8

Fathonah, D. W., Hernawaty, T & Fitria, N. (2017). Respon psikososial siswa asrama

di Bina Siswa SMA Plus Cisarua Jawa Barat. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia. Volume 3(1):69–77.

Galaif, E. R., Sussman, S., Newcomb, M. D., & Locke, T. F. (2007). Suicidality, depression, and alcohol use among adolescents: a review of empirical findings. International journal of adolescent medicine and health, 19(1), 27–35. https://doi.org/10.1515/ijamh.2007.19.1.27

Goodman, R. (1997). The strengths and difficulties questionnaire: a research note. J. Child Psychol. Psychiatry 38, 581–586.

Goodman, R. Indonesian. (2014). Youth in mind. Diunduh dari http://www.sdqinfo.com/py/sdqinfo/b3.py?language=Indonesian.

Hallfors, Denise & Waller, Martha & Ford, Carol & Halpern, Carolyn &

Brodish, Paul & Iritani, Bonita. (2004). Adolescent depression and suicide risk: Association with sex and drug behavior. American Journal of Preventive Medicine. 27. 224-31. 10.1016/j.amepre.2004.06.001.

Keliat, Budi Anna dan Akemat. (2015). Keperawatan Jiwa: Terapi Aktifitas Kelompok (edisi 2). Jakarta: EGC.

Keliat dkk. (2020). Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Kleinfeld J, Bloom J. (1977). Boarding schools: effects on the mental health of Eskimo adolescents. Am J Psychiatry. Volume 134(4):411‐417. doi:10.1176/ajp.134.4.411

Mander, D.J. & Lester, L. (2017). A Longitudinal Study Into Indicators of Mental Health, Strengths and Difficulties Reported by Boarding Students as They Transition From Primary School to Secondary Boarding Schools in Perth, Western Australia. Journal of Psychologists and Counsellors in Schools 139. Volume 27 (2) pp. 139–152. doi 10.1017/jgc.2017.1

Martin, A.J., Papworth, B., Ginns, P. & Liem, G.A.D. (2014). Boarding school, motivation and engagement, and psychological well-being: A large-scale investigation. American Educational Research Journal, 51, 1007–1049.

Oktaviana, M & Wimbarti, S. (2014). Validasi klinik Strenghts and Difficulties Questionnaire sebagai instrument skrining gangguan tingkah laku. Jurnal Psikologi Universitas Gajah Mada. Diunduh dari http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/192.

Saputra, F., Yunibhand, Y, & Sukratul, S. (2017). Relationship between personal, maternal, and familial factors with mental health problems in school-aged children in Aceh province, Indonesia. Asian Journal of Psychiatry 25, 207–212. http://dx.doi.org/10.1016/j.ajp.2016.10.025

Sukma, R. N. (2016). Dari Skrining 1.300 Siswa SMA di Jaksel, 30 Persen Berpotensi Depresi. Diunduh dari https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3317807/dari-skrining-1300-siswa-sma-di-jaksel-30-persen-berpotensi-depresi

Srinath, S., Kandasamy, P., Golhar, T.S. (2010). Epidemiology of child and adolescent mental health disorders in Asia. Curr. Opin. Psychiatry 23 (4), 330–336. Diunduh dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ 16106093).

Verhulst, F. C & Ende, J. V. (2006). Assessment scales in child and adolescent psychiatry. London: Informa UK Ltd.

Wiguna, T., Manengkei, P.S.K., Pamela, C., Rheza, A.M., Hapsari, W.A., 2010. Masalah emosi dan perilaku pada anak dan remaja di poliklinik jiwa anak dan remaja RSUPN dr Ciptomangunkusumo (RSCM). Jakarta. Sari Pediatr. 12, 270–277.

Downloads

Published

2020-01-13