Hubungan Pemberian ASI dan MP ASI dengan Kejadian Stunting pada Baduta (Balita Bawah 2 Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam

Authors

  • Sri Hasanah STIKes YARSI Pontianak
  • Masmuri Masmuri
  • Aryanto Purnomo

DOI:

https://doi.org/10.53399/knj.v2i1.18

Keywords:

Kata Kunci, ASI, makanan pendamping ASI, pendek

Abstract

Balita pendek masih menjadi masalah generasi diindonesia. Terjadinya stunting pada baduta sering kali tidak disadari, dan setelah dua tahun baru terlihat ternyata balita tersebut pendek.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI dan makanan pendamping ASI terhadap kejadian balita pendek pada baduta (balita bawah 2 tahun) diwilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian observasional analitik korelatif dengan desain penelitian case control. Besar sampel yaitu 44 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square, dengan nilai P lebih kecil dari 0,05. Ada hubungan pemberian ASI dengan kejadian stunting (p value=0,000) dan pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting (p value=0,002). Terdapat Hubungan yang signifikan antara ASI dan makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting diwilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam.

Author Biography

Sri Hasanah, STIKes YARSI Pontianak

Keperawatan Anak

References

Adani, F.Y., & Nindya, T.S. (2017). Perbedaan asupan enrgi, protein, zink dan perkembangan pada balita stuntimh dan non stunting.

Anisa, Paramitha. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 25-60 bulan dikelurahan kalibaru. Skripsi FKM UI Jakarta.

Dewey, K.G., Begum, K.2011. Long Term Consequences of Stunting In Early Life. Maternal Child Nurt. Vol 3. Hal: 5-18.

Diana, M. (2010). Buku pintar ASI eksklusif. Yogyakarta : Diva press.

Dinkes Kesehatan. (2018). Laporan Hasil Survei Pemantauan Status Gizi Ballita Kota Pontianak.

Dwitama, dkk. (2018). Hubungan Pemberian Asi Ekslusif dan Makanan Pendamping ASI Terhadap Balita Pendek Usia 2-5 Tahun di Kecamatan Jatinagor.

Gershwin M, Nestel P, Keen C,. (2004). Handbook of nutrision and immunity. New jersey : Humma press.

Hidayat, A.A (2009). Pengantar ilmu kesehatan anak untuk pendidikan kebidanan. Jakarta : salemba medika.

Hien, NN dan Kam, S. (2008). Nutritional status and the characteristich related to malnutrition in childern under five years og age in nghean. Vietna : J prev med publich health 41 (4) : 232-240.

Infodatin. (2016). Situasi Balita Pendek. Diakses pada tanggal 20 april 2019.

Kartasapoetra, G. Drs, dan Marsetyo, Drs, Med. (2008). Ilmu gizi, korelasi gizi, kesehatan dan prodiktifitas kerja. Jakarta : Rineka cipta.

Maryani, Aruk. (2010). Iilmu kesahatan anak dalam kebidanan. Jakarta : CV trans info media.

Neldawati. (2006). Hubungan pola pemberian makan pada anak dan karakteristik lain dengan status gizi di laboratorium gizi masyarakat puslitbang gizi dan makanan. Depok : FKM UI.

Notoatmdjo, S. (2010). Ilmu kesehatan masyararakat. Jakarta : Rineka cipta.

Nurkomala, S. (2017). Praktik Pemberian MPASI Pada Anak Stunting dan Tidak Stunting 6-24 bulan Universitas Ponegoro Semarang.

Posdatin. (2018) situasi balita pendek (stunting) diIdonesia. Diakses tanggal 20 April 2019.

Turyashemereswa, F.M., Kikafunda, J.K., Agaba, E. (2009). Prevalence of Early Childhood Malnutrition and Influencing Factors In Periurban Areas of kabarole Dsitrict.Western Uganda. Afrika Journal of Food Agriculture Nutrition and Development. Vol 4. Hal: 975-989.

Warta Kesmas. (2018). Cegah Stunting Itu Penting. Edisi (02) diakses tanggal 23 april 2019.

World Health Oraginzation. (2010). Nutrion Landsape Information System: ountry Profiles Indicates.

World Health Oraginzation. (2012). Development og a strategy towards promoting optimal fetal growth. Diakses tanggal 27 juni 2019.

Downloads

Published

2020-01-17