Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Early Psychosis Pada Remaja Awal di SMPN X Kota Pontianak

Authors

  • Dessy Andriani STIKes YARSI Pontianak
  • Florensa Florensa STIKes YARSI Pontianak
  • Mimi Amaludin STIKes YARSi Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.53399/knj.v6i2.253

Abstract

Latar Belakang: Remaja akan dihadapkan dengan berbagai macam perubahan, meliputi perubahan biologis, fisik, kognitif, sosial serta emosional, juga berbagai tugas perkembangan. Perubahan ini mengakibatkan remaja rentan terhadap masalah kesehatan mental. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian early psychosis pada remaja awal di SMP Negeri Kota Pontianak. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa di 6 SMP Negeri yang ada di Kota Pontianak, yaitu 1.138 orang siswa dan sampel sebanyak 140 orang dengan teknik probability sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi statistik non parametrik Spearman Rank. Hasil: Responden yang mengalami prodromal early psychosis dalam kategori tidak prodromal 20 orang (14,3%), prodromal ringan 49 orang (35%), prodromal sedang 51 orang (36,4%) dan prodromal berat 20 orang (14,3%). Responden yang mengalami resiliensi pada kategori tinggi sebanyak 131 orang (93,6%) dan rendah sebanyak 9 orang (6,4%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan prodromal early psychosis.

Author Biographies

Dessy Andriani, STIKes YARSI Pontianak

Keperawatan

Florensa Florensa, STIKes YARSI Pontianak

Keperawatan Jiwa

Mimi Amaludin, STIKes YARSi Pontianak

Keperawatan Medikal Bedah

References

Alfianto, A. G., & Safitri, A. (2019). Efikasi Diri Siswa dengan Tanda Gejala Psikosis Awal dalam Mencari Bantuan Melalui Usaha Kesehatan Sekolah Jiwa. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 3(1), 7–11.

Duwita, Y., Herdayati, M., Masyarakat, F. K., & Indonesia, U. (2021). Masalah Kesehatan Mental pada Wanita Hamil Selama Pandemi COVID _ 19. 6(1), 32–41.

Farhan, A. (2017). Mekanisme Koping Pada Remaja. Jurnal Bagus, 02(01), 402–406.

Gustin, U., D. (2023). Hubungan Mekanisme koping dengan resiliensi pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa di RSUD Toto Kabila. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 1(2), 127–135.

Hasanah, C. D. U., & Ambarini, T. K. (2018). Hubungan Faktor Trauma Masa Lalu dengan Status Mental Beresiko Gangguan Psikosis Pada Remaja Akhir di DKI Jakarta. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 3(2), 73. https://doi.org/10.20473/jpkm.v3i22018.73-81

Islamyati. (2021). Hubungan Kejenuhan Belajar (Learning Burn Out) Dengan Prodromal Early Psychosispada Remaja Mts Pesantren Kota Pontianak. Jurnal Kesehatan.

Jahja, Y. (2012). Psikologi Perkembangan (Edisi 2). Kencana Prenada Media Group.

Jalil, Ihsan, A., Dewi, Y.I., & W. (2020). mekanisme koping dan prestasi belajar mahasiswa yang ikut dan yang tidak ikut organisasi. Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, 1(1), 55–67.

Kalolo. (2018). ) Pentingnya Deteksi Dini Early Psychosis Pada Remaja’. Prosiding Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Psikiatri, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, ISBN 978-6.

Kaplan, H.I. & Sadock, B. J. (2010). Buku ajar psikiatri klinis (2nd ed.). EGC.

Kemenkes RI. (2019). Laporan Riskesdas 2018 (Kalbar). In Jakarta.

Kirana, W., Anggreini, Y. D., & Litaqia, W. (2022). Faktor Risiko Yang Memengaruhi Gangguan Jiwa. Khatulistiwa Nursing Journal, 4, 40–51. https://doi.org/10.53399/knj.v4i0.177

Kurniawan. (2016). Gambaran Karakteristik Pada Pasien Gangguan Jiwa Skizofrenia di Instalasi Jiwa RSUD Banyumas tahun 2015. Fakultas Ilmu Kesehatan UMP. Setyabudi,.

Mheccu. (2000). Early Identification of Psychosis. 1–16.

Missasi, V., & Izzati, I. D. C. (2019). Faktor – faktor yang Mempengaruhi Resiliensi. Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, 2009, 433–441. http://www.seminar.uad.ac.id/index.php/snmpuad/article/view/3455

Nasir, A & Muhith, A. (2011). Dasar-dasar keperawatan jiwa. Selamba Medika.

Nasriati, R. (2017). Stigma Dan Dukungan Keluarga Dalam Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu - Ilmu Kesehatan, 15(1), 56–65.

Nugraheni, D. (2022). No Title.

Nugraheni, I. L., Suyatna, A., & Setiawan, A. (2022). Flood disaster mitigation modeling through participation community based on the land conversion and disaster resilience. Heliyon, 8(8).

Rahmah, M. (2018). Hubungan antara Trauma Masa Kanak dengan Status Mental Berisiko Gangguan Psikosis Pada Remaja. 61(1915 2017), 2017–2018.

Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riset Kesahtan Daerah. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Sari, Y. (2019). Resiliensi Pada Single Mother Setelah Kematian Pasangan Hidup. Indonesian Journal of School Counseling, 4(3), 76–82.

Sovitriana, R. (2019). Dinamika Psikologis kasus penderita Skizofrenia. Uwais Inspirasi Indonesia.

Stuart. (2016). Prinsip dan Praktik Keperawatan Jiwa Stuart Buku 2 : Edisi Indonesia. Elisiver.

Suharso, E. (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Mekanisme Koping Mahasiswa Prodi Ners Stikes Medika Cikarang Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 6(1), 1–14.

World Health Organization (WHO). (2022). No Title. https;//www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders

Downloads

Additional Files

Published

2024-07-31

Issue

Section

Articles